MAN 1 Bogor Tegaskan Komitmen Ciptakan Madrasah Aman dan Bebas Bullying Lewat Matamuda 2026
Komitmen tersebut ditegaskan saat 640 murid baru mengikuti hari kedua Matamuda yang berlangsung pada Senin (14/7/2026) di Kampus 1 Cirimekar dan Kampus 2 Karadenan.
Mediateduh.com,Cibinong– MAN 1 Bogor menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying) melalui rangkaian kegiatan Masa Ta'aruf Murid Madrasah (Matamuda) 2026. Komitmen tersebut ditegaskan saat 640 murid baru mengikuti hari kedua Matamuda yang berlangsung pada Senin (14/7/2026) di Kampus 1 Cirimekar dan Kampus 2 Karadenan.
Kegiatan Matamuda yang digelar selama 13–16 Juli 2026 menjadi wadah bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan madrasah, tata tertib, budaya sekolah, serta nilai-nilai karakter yang akan menjadi bekal selama menempuh pendidikan di MAN 1 Bogor.
Hari kedua Matamuda diawali dengan salat duha berjamaah, tadarus Al-Qur'an, serta zikir Asmaul Husna di lapangan utama madrasah. Setelah itu, para peserta mengikuti sesi penguatan karakter melalui berbagai materi yang menitikberatkan pada pembentukan lingkungan belajar yang aman, moderat, humanis, dan berkarakter.
Dalam kesempatan tersebut, Pranata Humas Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Dhamar Yulianto, memberikan materi tentang Moderasi Beragama dan Budaya Digital. Ia mengajak para murid untuk memanfaatkan teknologi secara bijak, menjadikan media digital sebagai sarana belajar, sekaligus membangun karakter positif di era digital.
Sementara itu, edukasi mengenai Madrasah Aman, bahaya penyalahgunaan narkoba, pencegahan bullying, serta penguatan wawasan kebangsaan disampaikan oleh Danramil Cibinong Kapten Inf. H. Tatang Taryono, Serka Arinta, H. Luban dari Babinsa Cirimekar, serta jajaran Polsek Cibinong yang diwakili Kanit Binmas AKP Agus Sugianto, SH, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Cirimekar Aiptu Suharsono.

Melalui materi tersebut, para murid dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga keamanan lingkungan sekolah, menghormati sesama, menghindari penyalahgunaan narkoba, serta menolak segala bentuk kekerasan dan perundungan.
Kepala MAN 1 Bogor, Hj. Dian Kardinah, menegaskan bahwa Matamuda bukan sekadar kegiatan orientasi, tetapi merupakan bagian dari pelayanan madrasah untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermartabat.
«"Matamuda kami hadirkan untuk membangun rasa memiliki terhadap madrasah sekaligus memastikan setiap murid mendapatkan hak belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan bermartabat. Tidak akan ada bullying, baik verbal maupun nonverbal, di MAN 1 Bogor," tegas Hj. Dian Kardinah.»
Ia juga mengajak seluruh guru, tenaga kependidikan, panitia, dan peserta didik untuk bersama-sama memerangi segala bentuk bullying melalui pembiasaan sikap santun, saling menghargai, menjaga kerukunan, serta memperkuat semangat kebersamaan.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari prestasi akademik, tetapi juga dari terciptanya ekosistem belajar yang inklusif, humanis, serta menghormati perbedaan. Karena itu, budaya saling menghargai harus terus ditanamkan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

Komitmen tersebut sejalan dengan implementasi Moderasi Beragama dan Kurikulum Berbasis Cinta yang terus dikembangkan di MAN 1 Bogor sebagai upaya mencetak generasi yang berakhlak mulia, berkarakter, moderat, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Pelaksanaan hari kedua Matamuda berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Keaktifan para murid dalam mengikuti setiap sesi menunjukkan semangat mereka untuk mengenal budaya madrasah sekaligus membangun karakter positif sejak hari pertama menjadi bagian dari keluarga besar MAN 1 Bogor.
Melalui rangkaian Matamuda 2026, MAN 1 Bogor kembali menegaskan posisinya sebagai madrasah yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga berkomitmen menghadirkan lingkungan belajar yang aman, ramah, inklusif, dan bebas dari perundungan, sejalan dengan visi Kementerian Agama dalam mencetak generasi yang beriman, moderat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.
(Kontributor: Riski)
