Skip to main content

Rutan Kelas I Depok Siap Perkuat Layanan Publik, Sambut Penilaian Maladministrasi 2025 dari Ombudsman

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menerima kunjungan resmi dari Tim Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jakarta Raya, pada Jumat (31/10/2025).

Depok, Jawa Barat — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Depok menerima kunjungan resmi dari Tim Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jakarta Raya, pada Jumat (31/10/2025).
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian sosialisasi dan persiapan pelaksanaan Penilaian Maladministrasi Tahun 2025.

Tim Ombudsman disambut langsung oleh Kepala Rutan Kelas I Depok, Agus Imam Taufik, beserta jajaran pejabat struktural dan pegawai terkait layanan publik. Dalam pertemuan tersebut, tim Ombudsman yang dipimpin oleh Kepala Asisten Ombudsman Jakarta Raya memaparkan sejumlah indikator penilaian maladministrasi, mulai dari aspek pelayanan publik, kepatuhan terhadap SOP, transparansi informasi, pengelolaan pengaduan, hingga komitmen peningkatan layanan.

“Tadi dijelaskan berbagai indikator penilaian yang menjadi acuan dalam evaluasi. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk terus memperkuat sistem pelayanan yang profesional dan akuntabel,” ujar Agus Imam Taufik, Kepala Rutan Kelas I Depok.

Agus juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan Tim Ombudsman. Ia menegaskan komitmen seluruh jajaran Rutan Depok untuk menjaga mutu pelayanan publik yang transparan, responsif, dan bebas dari praktik maladministrasi, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi interaktif antara Tim Ombudsman dan jajaran pegawai Rutan Depok. Dalam sesi tersebut dibahas langkah-langkah tindak lanjut, seperti pembenahan dokumen pendukung, penguatan sistem pengaduan masyarakat, serta peningkatan pemahaman pegawai terhadap prinsip pelayanan publik yang prima.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi momentum bagi Rutan Kelas I Depok untuk semakin memperkuat sistem pelayanan publik yang berintegritas dan akuntabel,” tutup Agus.

 

(Kontributor: Riski)