Skip to main content

Maulid Nabi Jadi Momentum Madas Nusantara Sukmajaya Perkuat Silaturahmi dan Kebersamaan

Heriyanto juga mengingatkan agar nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi tidak berhenti setelah acara selesai. Menurutnya, semangat berbagi, saling membantu, dan mempererat persaudaraan harus diwujudkan dalam aktivitas organisasi sehari-hari.

Mediateduh.com,DEPOK — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi DPK Madas Nusantara Sukmajaya, Kota Depok, untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus menjaga tradisi dan nilai kebersamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Madura.

Kegiatan tersebut digelar di Musholla Al-Bahar, Sukmajaya, Kota Depok, Sabtu (12/9/2026). Peringatan Maulid Nabi dihadiri jajaran Madas Nusantara, di antaranya Ketua DPK Madas Nusantara Sukmajaya Heriyanto, S.Pd, Ketua Umum DPP Madas Nusantara KRH. H. M. Jusuf Rizal (Yusuf Rizal), Ketua Harian DPP Madas Nusantara H. Achmad Fauzi (Fauzi Barong), serta perwakilan DPK Madas Nusantara Sawangan dan Cimanggis.

Ketua DPK Madas Nusantara Sukmajaya, Heriyanto, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berkumpul, bersyukur, berbagi, dan memperkuat hubungan kekeluargaan di antara anggota organisasi serta masyarakat.

“Di momen Maulid ini kita mengikuti tradisi yang selama ini hidup di masyarakat Madura. Kita bersama-sama, berbagi, dan kalau istilahnya berebut keberkahan,” ujar Heriyanto.

Ia menjelaskan, istilah “berebut keberkahan” bukan berarti mengambil hak orang lain. Sebaliknya, semangat tersebut menggambarkan keinginan bersama untuk mendapatkan keberkahan melalui kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW, sekaligus memperbanyak silaturahmi dan berbagi dengan sesama.

Menurut Heriyanto, semangat tersebut sejalan dengan tradisi Molodhen, yakni peringatan Maulid Nabi yang berkembang di tengah masyarakat Madura. Tradisi ini tidak hanya sarat dengan nilai keagamaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan, gotong royong, kepedulian sosial, serta budaya berbagi.

Dalam tradisi Molodhen, peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW umumnya diisi dengan pembacaan shalawat, dzikir, doa bersama, tausiah atau ceramah keagamaan, hingga berbagi makanan dan rezeki kepada masyarakat.

Nilai-nilai tersebut, kata Heriyanto, ingin terus dihidupkan dalam organisasi Madas Nusantara, khususnya di lingkungan DPK Sukmajaya.

“Yang kita bangun bukan hanya organisasinya, tetapi juga kekeluargaannya. Ada silaturahmi, ada kepedulian, ada kebersamaan. Karena organisasi kalau tidak ada kebersamaan, akan sulit berjalan,” katanya.

Ia menilai kuatnya tradisi keagamaan dan ikatan sosial masyarakat Madura dapat menjadi inspirasi dalam membangun organisasi yang solid, harmonis, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Heriyanto juga mengingatkan agar nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Maulid Nabi tidak berhenti setelah acara selesai. Menurutnya, semangat berbagi, saling membantu, dan mempererat persaudaraan harus diwujudkan dalam aktivitas organisasi sehari-hari.

“Jangan hanya ketika Maulid kita berkumpul. Setelah acara selesai kemudian selesai juga kebersamaannya. Justru nilai Maulid ini harus kita bawa ke organisasi dan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Ia berharap momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dapat semakin memperkuat kekompakan keluarga besar Madas Nusantara Sukmajaya, sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh anggota untuk terus menjaga silaturahmi, kepedulian, gotong royong, dan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Dengan demikian, peringatan Maulid tidak hanya menjadi bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan persaudaraan dan menghadirkan kebermanfaatan bagi sesama.

(Kontributor: Riski)