Momentum Maulid Nabi, Ulama di Depok Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah SAW
Ustadz Setiyo Sudoyono mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah. “Sebaik-baiknya manusia adalah Rasulullah, yang menyebarkan dakwah dengan kasih sayang. Semoga keberkahan selalu tercurah di masjid kita iniMasjid Jami Asy-Syahid, Kota Depok, pada Jumat malam (5/9)
Depok – Ratusan jamaah memadati Masjid Jami Asy-Syahid, Kota Depok, pada Jumat malam (5/9), dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H. Dengan tema “Kita Jadikan Momentum Pembentukan Karakter Unggul Menuju Peradaban yang Mulia”, suasana acara berlangsung penuh kekhidmatan, kehangatan, sekaligus sarat makna kebersamaan.
Acara dimulai dengan Shalat Magrib berjamaah, doa ahli kubur, dan tahlil yang dipimpin H. Muhammad Soleh. Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh KH. Agus Maulana Daud serta pembacaan Maulid Nabi dan rawi oleh Ustadz Rahmat Hidayat semakin menambah kekhusyukan malam itu.

Ketua Panitia, Muhammad Firdaus Putra, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara. Ketua DKM Masjid, Mohammad Isnaini, juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang begitu besar dalam merayakan kelahiran Rasulullah SAW.
Puncak acara diisi tausiyah dari para ulama yang memberi pesan mendalam. Ustadz Setiyo Sudoyono mengingatkan pentingnya meneladani akhlak Rasulullah. “Sebaik-baiknya manusia adalah Rasulullah, yang menyebarkan dakwah dengan kasih sayang. Semoga keberkahan selalu tercurah di masjid kita ini,” ujarnya.

KH. Endang Madali menekankan bahwa Islam adalah pedoman hidup yang membawa ketenteraman. “Tanpa Islam, hidup kita tak akan nyaman. Mari kita saling berbagi agar menjadi pribadi yang berguna dan membahagiakan,” katanya.
Sementara Ustadz Andi Syaefulloh mengajak jamaah memperbanyak sholawat sebagai bentuk cinta kepada Nabi. Ia menegaskan, keteladanan Rasulullah harus tercermin dalam kehidupan pribadi, keluarga, hingga kehidupan berbangsa.

Tausiyah ditutup oleh KH. Zarkasih Hasan, Ketua Pembina Masjid Jami Asy-Syahid. Ia mengajak seluruh jamaah untuk selalu menghadirkan sosok Nabi dalam hati dan keseharian. “Alhamdulillah, malam ini kita dapat berkumpul di majelis penuh berkah. Semoga Allah senantiasa melimpahkan nikmat iman dan Islam kepada kita semua,” tuturnya.
Acara Maulid Nabi ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, menciptakan suasana hangat penuh persaudaraan. Kehadiran para ulama dan jamaah bukan hanya memperingati kelahiran Rasulullah, tetapi juga memperkuat tekad untuk meneladani akhlak mulia beliau dalam kehidupan nyata.
(Kontributor: Indra Oktavian)
