Skip to main content

PCNU Depok Ajak Warga Ikuti Gerakan Depok Mengaji Kitab Kuning Bersama KH. Ma’ruf Amin

Ini momentum istimewa karena langsung diisi oleh KH. Ma’ruf Amin, Rabu (19/11/2025).

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Depok mengajak masyarakat menghadiri Gerakan Depok Mengaji Kitab Kuning yang akan digelar pada Jumat, 21 November 2025. Pada kajian kali ini, pembahasan difokuskan pada Syarah Al-Hikam karya Ibnu Atha’illah Asyakandari dan akan menghadirkan Wakil Presiden RI ke-13, KH. Ma’ruf Amin, sebagai pemateri utama.

Kegiatan tersebut akan berlangsung pukul 13.30–15.30 WIB di kediaman Wali Kota Depok, Supian Suri, yang berlokasi di kawasan Jatimulya, Cilodong. Acara dibuka untuk umum, namun panitia mengimbau jamaah tidak membawa anak kecil demi menjaga ketertiban dan kekhusyukan majelis.

Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Depok, Triyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk menghidupkan kembali tradisi intelektual Islam di Depok.
“Gerakan Depok Mengaji Kitab Kuning yang diinisiasi oleh KH. Moh. Abdul Mujib adalah ikhtiar kami untuk menguatkan tradisi keilmuan di tengah masyarakat. Ini momentum istimewa karena langsung diisi oleh KH. Ma’ruf Amin,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Kitab Syarah Al-Hikam merupakan penjelasan dari karya monumental Al-Hikam, yang berisi nasihat dan hikmah mengenai perjalanan spiritual seorang hamba menuju kedekatan kepada Allah SWT. Selama bertahun-tahun, kitab ini menjadi rujukan utama di berbagai pesantren dan majelis taklim karena kandungan tasawufnya yang mendalam dan relevan sepanjang zaman.

Triyono menambahkan bahwa Al-Hikam bukan hanya membahas aspek ibadah, tetapi juga penataan diri dan pembinaan akhlak.


“Al-Hikam adalah panduan untuk memperbaiki diri. Ia mengajarkan bagaimana menata hati, meningkatkan amal, hingga mencapai makrifat. Karena itu penting untuk terus dipelajari,” jelasnya.

PCNU Depok menilai bahwa Syarah Al-Hikam memiliki pengaruh besar dalam melahirkan tradisi dan gerakan intelektual Islam, termasuk di lingkungan Nahdlatul Ulama. Melalui kajian ini, masyarakat kembali diajak mengenal kekayaan warisan para ulama.

Triyono berharap warga Depok dapat memanfaatkan kesempatan ini.
“Kami mengajak masyarakat untuk meramaikan majelis ilmu ini. InsyaAllah penuh berkah dan menjadi sarana memperkuat spiritualitas kita bersama,” tutupnya.

Sebagai informasi, Gerakan Depok Mengaji Kitab Kuning digelar setiap bulan. Kajian ini merupakan putaran kedua, setelah pelaksanaan perdana berlangsung di Pondok Pesantren Al Karimiyah Depok.

 

 

(Kontributor: Riski)