Pribadi Berzikir, Menjadikan Zikir Sebagai Kepribadian dalam Menapaki Kehidupan
Dalam Kalam Hikmah edisi Jumat, 3 Juli 2026, Aby Huda mengajak umat Islam untuk menjadikan zikir bukan sekadar amalan lisan, melainkan karakter yang melekat dalam setiap langkah kehidupan.
Mediateduh.com,Depok – Dalam Kalam Hikmah edisi Jumat, 3 Juli 2026, Aby Huda mengajak umat Islam untuk menjadikan zikir bukan sekadar amalan lisan, melainkan karakter yang melekat dalam setiap langkah kehidupan. Melalui pesan-pesan penuh makna, ia mengingatkan pentingnya memperbaiki diri, menjaga akhlak, dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Menurut Aby Huda, pribadi yang senantiasa berzikir akan selalu menghadirkan Allah SWT dalam setiap aktivitasnya. Pandangannya dipenuhi kasih sayang, pikirannya dipenuhi prasangka baik, lisan terjaga dari ucapan yang menyakiti, dan hatinya selalu dipenuhi doa.
"Hati berzikir, otak berpikir, tangan mengukir. Jadikan setiap karya dan perbuatan sebagai sesuatu yang bermanfaat bagi umat, masyarakat, serta alam semesta," pesannya.
Ia juga mengingatkan agar setiap Muslim lebih sibuk memperbaiki diri daripada sibuk menilai orang lain. Tujuan utama kehidupan adalah meraih ridha Allah SWT sebagai bekal menuju kehidupan yang kekal setelah kematian.
"Jadikanlah akhirat di hatimu, dunia dalam genggaman tanganmu, dan kematian di pelupuk matamu," tulisnya.
Aby Huda mengajak umat untuk meluangkan waktu menyendiri, melakukan evaluasi diri (muhasabah), serta menata hati. Sebab, setiap manusia pada akhirnya akan mempertanggungjawabkan amalnya sendiri di hadapan Allah SWT.
Selain itu, ia menekankan pentingnya menjadikan setiap langkah sebagai ladang dakwah yang dipenuhi rahmat dan akhlakul karimah. Menurutnya, seseorang tidak dinilai dari banyaknya ucapan, melainkan dari bukti nyata dalam perbuatan.
"Jangan banyak bicara, bercanda, dan berjanji. Perbanyaklah bukti. Bahasa itu rasa, maka pilihlah kata-kata yang mulia dalam menyapa sesama," ungkapnya.
Ia pun mengingatkan bahwa diam sering kali lebih mulia daripada berbicara tanpa manfaat.
"Lebih baik diam hingga diminta berbicara daripada banyak berbicara lalu diminta diam," pesannya.
Di akhir renungannya, Aby Huda berharap pesan tersebut dapat menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk terus memperbaiki diri, menjaga akhlak, dan senantiasa mengingat Allah SWT dalam setiap keadaan.
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Allahumma a'inni 'ala dzikrika wa syukrika wa husni 'ibadatik.
Artinya: Ya Allah, bantulah aku untuk selalu mengingat-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban nar.
Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka.
اللَّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِالْحُسْنَى وَتَوَفَّنَا وَأَنْتَ رَاضٍ عَنَّا
Allahummakhtim lana bil-husna wa tawaffana wa anta radhin 'anna.
Artinya: Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan sebaik-baiknya dan wafatkan kami dalam keadaan Engkau ridha kepada kami.
Semoga Allah SWT menjadikan kita hamba yang senantiasa berzikir, berakhlak mulia, memperbanyak amal saleh, serta meraih keselamatan dan kebahagiaan di dunia maupun di akhirat. Āmīn Yā Rabbal 'Ālamīn.
(Kontributor: Riski)
